Saturday, May 28, 2005

Kiyosaki dan Mitos Rich Dad

Beberapa hari yang lalu saya menerima email dari salah satu mailing list yang saya ikuti. Isinya berupa sebuah artikel pada JawaPos tentang Robert T. Kiyosaki. Cukup menarik, karena artikel ini kontra terhadap buku-buku Kiyosaki, sementara buku-buku tersebut adalah salah satu seri buku favorit saya :D

Setelah membaca artikel tersebut, saya menemukan berbagai kejanggalan dalam artikel yang ditulis oleh Y.H. Setiowati ini. Salah satunya, dia menulis:
belum pernah ada berita bahwa buku Kiyosaki mampu benar-benar menjadikan seseorang kaya. Malah sebaliknya, mereka yang menuruti petunjuknya malah terjerembab dalam lumpur penderitaan bisnis.
Hahaha... sudah berapa orang yang disurvey nih? :p

Semakin saya membaca artikel ini, saya menjadi semakin ragu apakah penulis benar-benar pernah membaca seri buku Rich Dad, dan apakah artikel tadi adalah hasil analisa hasil membaca buku-buku tersebut. Bahkan kalau dicermati, artikel ini mirip (terjemahan?) dengan artikel John T. Reed, seorang aktivis anti Kiyosaki, yang ditulis sekitar tahun 2000. Dalam artikel yang cukup panjang itu, John Reed memberikan banyak kritik dan komentar negatif terhadap Kiyosaki. Sementara mengenai John Reed itu sendiri, banyak juga terdapat pertentangan, misalnya pada thread If You Want To See More About John T. Reed pada Seed of Wisdom.

Kontradiksi tentang Kiyosaki bisa ditemukan juga di berbagai website, misalnya di HawaiiBusiness serta Wikipedia. Namun di situ pun saya juga menemukan beberapa ketidakcocokan dengan apa yang pernah saya baca pada seri buku Rich Dad. Sejauh yang saya baca pada seri buku RichDad, Kiyosaki selalu menekankan pada bisnis yang legal, dan sangat menentang bisnis yang ilegal. Misalnya mengenai insider, pada buku Rich Dad's Guide To Investing, disebutkan bahwa Kiyosaki menggunakan kata “insider” untuk mendefinisikan investor yang memiliki kontrol manajemen atas operasi-operasi bisnis. Dia membedakan antara insider trading yang legal dengan yang ilegal, dan sangat menentang insider trading yang ilegal.

Saya menulis ini karena saya merasa ada banyak ketidakcocokan antara isi artikel tersebut dengan apa yang pernah saya baca pada seri buku Rich Dad. Mengenai siapa si 'ayah kaya' sebenarnya, saya pun masih penasaran, apakah dia benar-benar ada? Namun terlepas dari fakta ada atau tidaknya, saya akan tetap menempatkan seri buku Rich Dad ke dalam jajaran buku yang saya rekomendasikan untuk dibaca. They are inspiring books ;)

Untuk membuktikan kebenaran atas tuduhan artikel JawaPos tersebut, saya menyarankan untuk membandingkannya dengan membaca seri buku Rich Dad terlebih dahulu, paling tidak dari lima seri buku berikut ini:
1. Rich Dad Poor Dad
2. The Cashflow Quadrant
3. Guide To Investing
4. Rich Kid Smart Kid
5. Retire Young Retire Rich

CMIIW

16 Comments:

Blogger Toni said...

hmm, direkomendasi tapi tidak dibaca tidak apa-apa kan? :p

paling males klo udah liat buku2 gitu sih .. beda selera kali :p ..

7:08 PM  
Blogger dod said...

Ya harus dibaca dong mas Toni...
:))
:p

5:30 PM  
Anonymous Anonymous said...

harkat sebagai manusia adalah ingin "tahu" yang dalam arti "tahu" sesuatu secara benar dan betul, bukan sesuatu yang tidak jelas. Saya pikir buku kiyosaki tidak jelek, tapi tidak mengajarkan secara benar dan betul. hal tersebut sama seperti "pembodohan publik", banyak hal-hal yang tidak benar yang di"anggap" benar oleh kiyosaki. kalo emang tidak terjadi kenapa ngak bilang bahwa itu ilustrasi, jadi sebagai publik kita diberi "tahu" secara benar dan betul, dan dapat ditarik satu kesimpulan dari kiyosaki, buatlah buku, supaya kaya seperti dia, robert t kiyosaki....:-).....

12:07 PM  
Anonymous rento said...

dod..
semangat aja.. kadang komentar2 diatas ini bisa ngebunuh mimpi2 elu... keep on fighting and f*ck all skeptical people.. they just don't get it.
nice blog btw.. gw kesini liat review leptop :D :D

@tony
gw juga paling males kalo udah liat komentar2 kaya elu.

@anonymous
sok tau luh... ga usah kasih kesimpulan2... kaya yang udah kaya aja luh ngomongnya..

last word, Kiyosaki change my life, john T reed doesn't.

5:31 PM  
Blogger dod said...

Hehehe...
Tiap orang bebas mengekspresikan pendapatnya koq. I just wanna say, that's my idea ;)

Gak ada baju yang bisa pas dipake oleh semua orang kan.. :)

To rento, thanks 4 d spirit.

9:41 AM  
Blogger R. Topan Berliana said...

hehe punya blog gak bilang2 Do. :P

Robert Kiyosaki ? gw kenal nama ni orang satu2nya cuman pas konteks MLM :(, sayang gw agak gak cocok sama "baju" MLM (istilah Dodo).

9:53 PM  
Blogger dod said...

Eh, ada pak Topan. Hi....
Iya neh, males mo publish-publish blog. update contentnya aja males :))

Kiyosaki jadi identik dengan MLM yah :D
Secara global, aku menyukai konsep-konsepnya kiyosaki. Dan untuk MLM.. no comment aja ah.

4:53 PM  
Blogger infoseeker said...

I came across your site as I was searching for some information on Mortgage Note. Kiyosaki dan Mitos Rich Dad is very interesting. I'm glad I ran into it. Since we seem to have an interest in some of the same things, you may want to visit this site: CLICK HERE.

I've bookmarked this site dod, and I look forward to reading more here!

8:30 AM  
Anonymous Wahyu said...

Ya, namanya memang manusia bener tuh yang bilang kalau hasrat manusia itu ingin "tahu". Ada kontroversi itu wajar kok.

9:13 PM  
Anonymous Anonymous said...

Klo dipikir-pikir aneh juga ya,kenapa R.T.Kiyosaki membuat buku-buku yg lebih mengarah dan menganjurkan ke bisnis MLM padahal dia sendiri bukan orang MLM.
Yang saya tau ada 2 teknik distribusi penjualan barang:
1.Tunggu Bola,yaitu cara menjual dimana barang/jasa tersebut disimpan/pajang pada suatu tempat.
2.Jemput Bola,yaitu cara menjual dimana penjual melakukan penjualan barang/jasa kepada setiap orang yang membutuhkannya.
Toh sama-sama menjual,jadi so what gtu lho dgn MLM.
Perusahaan manapun tidak akan menjadi besar jika dibawahnya tidak terdapat penjualan/transaksi.
Pernahkah anda melihat suatu film yg bagus dan anda mempromosikan film tersebut kepada teman/keluarga dll? Jika pernah, kenapa anda bisa promosi film tersebut dgn baik kepada teman anda, padahal anda sendiri tidak diberi komisi oleh pihak yang membuat film tersebut.peace...just for share.

9:58 AM  
Anonymous Anonymous said...

gua adalah orang yang hampir gila karena Robert T kiyosaki, gimana nggak , masaksih uang yang bekerja untuk kita, mungkin gak? kalau dulu sih gua mikir nggak mungkin lagi, tapi sekarang setelah baca beberepa buku punyak'e RT kiyo hal tersebut rupanya mungkin banget.. dan rupanya gua punya temen di Indonesia, jadi kita bisa sharing kan, gua belum pernah tuh main cashflow, bagi2 dong? untuk orang yang ga' percaya sama RT Kiyo, ya sah2 saja tapi sebagai realitasnya anda tak akan dapat pensiun dengan penghasilan 10 milyar per bulan broooo.

8:09 PM  
Anonymous Anonymous said...

gua seneng gua punya temen tolong share informasinya juga ke emailku ndek hambalik_2006@yahoo.co.id

8:12 PM  
Anonymous sourceid said...

Dijual CD kumpulan e-book dan refrensi kecerdasan finansial oleh Robert T. Kiyosaki
http://aneka-cd.t35.com/cd_rk.php

6:17 PM  
Anonymous krisna said...

Menurut gue, seri Kiyosaki adalah bukan buku petunjuk untuk menjadi kaya. tetapi jauh lebih pada merubah pola pandang seseorang terhadap uang.
kata Kiyosaki, uang itu tidak nyata, ia cuman sebuah 'konsep'. yang nyata adalah pikiran dan ide-ide.
Jadi selama ini, paradigma berfikir manusia, adalah bahwa dengan 'bekerja' persoalan finansial bisa diatasi.
padahal sebetulnya, mengatasi persoalan finansial adalah dengan 'melek finansial' dalam bahasa Kiyosaki adalah mengerti betul 'ara kerja uang'.
Soal MLM, Kiyosaki memang menganjurkan untuk mencobanya, hal ini berdasarkan pada pemikiran bahwa membuat 'uang bekerja' adalah juga harus 'membangun sistem bisnis'. MLM adalah sarana latihan bagi seseorang untuk membangun sistem bisnis, bila memang tidak mampu membangun sendiri.
Pilihannya, membangun sistem bisnis sendiri, atau menjaqdi bagian dari sistem bisnis yang sudah ada.
Secara tersirat, Kiyosaki juga sepertinya menganjurkan kita untuk menjadi bagian dari sistem bisnis besar, seperti Mc donald dan sebagainya...
begitu....

8:07 PM  
Blogger Hart Kang said...

buat teman-teman yang belum pernah memainkan game cashflow robert kiyosaki ini ada linknya:
http://www.cashflowgame.co.nr

11:04 AM  
Anonymous bima [bima@inbox.com] said...

UNTUK YANG GA SUKA BACA. saya setuju, apa lagi bukunya tebel2 banget kan?! ga ada gambarnya lagi! apalagi foto cewe seksinya! tapi ada sebuah kata bijak.

Pertama, Membaca itu bukan suatu hobby, tapi kebutuhan. Karena kita butuh untuk menjadi perenang yang hebat, maka kita butuh (harus mau) membaca buku cara berenang bukan harus hobby membaca buku berenang.

Kedua, kita seringkali menjadi apa yang kita pelajari. Contoh riilnya adalah klo saya kuliah di jurusan Teknik informatika maka kemungkinan besar (paling tidak akan bercita-cita) menjadi programmer. Tetapi juga perlu diingat bahwa itu metode klasik / metode jaman kuno pada era industri. Tapi sekarang kita udah masuk dan diserang oleh era baru yaitu era informasi. Makanya, sekolah tidak lagi menjadi patokan kehidupan seseorang.

Era informasi butuh para pemungut / pemulung informasi.

Dan juga membaca juga ada tipsnya. 1. Membaca cepat.
Maksudnya dapatkan informasi kasar dari buku itu.
2. Mengulang, Menyimak.
Coba ulangi beberapa kali, atau saran saya ulang terus menerus. dan berhenti pada suatu bahasan tertentu yang menurut anda menarik, kemudian pikirkan bagaimana hal tersebut dapat anda terapkan di dunia nyata.

3. INI YANG TERPENTING!!
sekaligus menjawab kontra terhadap Buku2 populer yang menginspirasi (bukan hanya karangan "Mbah Kiyo") bahwa setelah membaca Anda wajib menerapkan apa yang anda dapatkan dari buku tersebut, banyak orang gagal bukan karena dia tidak membaca tetapi dia hanya membaca, terinspirasi dan tidak melakukan apa2 dan hanya berangan2 tentang mimpi2nya tanpa adanya tindakan.

1:53 AM  

Post a Comment

<< Home